Tuntutan pemenuhan gizi terhadap perkembangan janin
seharusnya tidak hanya dilakukan oleh ibu semata. Tapi, sang ayah juga mesti
memperhatikan gizi tubuhnya karena akan berpngaruh pada perkembangan janin
selama masa kehamilan. Malahan, pria harus memperhatikan asupan asam folat
sebelum dia memasukkan sperma ke dalam rahim wanita sebelum pembuahan terjadi.
Kurangnya asam folat membuat perubahan halus pada kimia DNA sperma.
Studi yang dilakukan ilmuwan
Kanada menemukan bahwa sperma membawa “memori” yang direkam dari gaya hidup
sang ayah. Memori ini nantinya akan diturunkan kepada anak. Peneliti
menyarankan agar pria rajin mengonsumsi sayuran hijau yang kaya asam folat,
agar ketika terjadi pembuahan memberikan manfaat bagi janin. Dan, sebaiknya
pria menghentikan konsumsi junk food pada waktu tersebut.
Nantinya,
paduan bekal nutrisi yang disumbang dari ayah dan penambahan asam folat kepada
ibu hamil selama 12 minggu masa kehamilan, akan memberikan dampak yang signifikan bagi
kesehatan janin. Pemenuhan nutrisi ini menjadi sangat penting dalam masa
kehamilan.
Sebagai
informasi, asam folat memiliki manfaat untuk mencegah kecacatan otak. Selain
itu, nutrisi ini dapat membantu mengurangi cacat tulang belakang seperti spina
bifida. Asam folat adalah salah satu bentuk dari vitamin B. Sumber makananasam folat di
antaranya brokoli, kubis, bayam, asparagus, kacang polong, hati, buncis, dan
beras merah.
” Penelitian kami menunjukkan bahwa ayah
harus berpikir tentang apa yang mereka dimasukkan ke dalam mulut mereka,” kata
Dr Kimmins dari McGill University di Montreal, seperti dikutip Daily Mail.
Peneliti menyarankan agar pria
mengambil sumber asam folat ini dari sayuran hijau ketimbang melalui suplemen.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications.
No comments:
Post a Comment